Showing posts with label GAZA. Show all posts
Showing posts with label GAZA. Show all posts

Wednesday, September 9, 2009

Palestine will be free



Palestine Will Be Free

Every day we tell each other
That this day will be the last
And tomorrow we all can go home free
And all this will finally end
Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

No mother no father to wipe away my tears
That’s why I won’t cry
I feel scared but I won’t show my fears
I keep my head high
Deep in my heart I never have any doubt
That Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

I saw those rockets and bombs shining in the sky
Like drops of rain in the sun’s light
Taking away everyone dear to my heart
Destroying my dreams in a blink of an eye
What happened to our human rights?
What happened to the sanctity of life?
And all those other lies?
I know that I’m only a child
But is your conscience still alive

I will caress with my bare hands
Every precious grain of sand
Every stone and every tree
‘Cause no matter what they do
They can never hurt you
Coz your soul will always be free

Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

Lyrics: Maher Zain & Bara Kherigi
Melody: Maher Zain
Arrangement: Maher Zain & Hamza Namira
© Awakening Records 2009

Wednesday, February 25, 2009

Hati saya...

Menghadap laptop malam ini membuka seribu makna. Makna yang saya cari selama ini. Apa itu mengulas isu semasa? Saya tidak suka mengulas sesuatu isu semasa yang saya anggap ia hanya sementara dan semua orang bercakap tentangnya. Jadi telah saya, baik saya baca dan diam tentang isu-isu ini. Saya bukan orang selayaknya untuk mengulasnya. Malah saya tidak mampu mengulas disebabkan saya lebih suka bersikap empati. Empati terhadap orang yang diulas sama ada yang menzalimi dan lebih lagi yang dizalimi. Malah saya sering mengatakan buat apa mengkritik yang menzalimi. Mereka akan tetap begitu. Itulah saya.

Dalam buku Social Psychology karangan Robert A Baron dinyatakan : empati adalah kemampuan seseorang untuk bereaksi terhadap emosi negatif atau positif orang lain seolah-olah emosi itu dialami sendiri

Namun malam ini saya cuba membuka satu ruang yang kurang dalam diri saya iaitu ‘Sensation & Perception’. (Sensation is the process by which our senses gather information and send it to the brain. While As mentioned in the introduction, perception refers to interpretation of what we take in through our senses, http://allpsych.com/). Dah lama dah saya sedar kekurangan saya ini. Namun…


Sikap sambil lewa dan tidak bersungguh.

Kenapa sebenarnya saya kurang menghayati nikmat yang Allah sudah kurniakan pada setiap makhluk ini? Ya, Allah Maha Adil. Saya tercari-cari sesuatu yang dapat memecahkan ais yang membekukan hati saya ini. Menghangatkan iman saya agar dapat melahirkan rasa kasihan yang terhadap segala yang berlaku di depan mata, di dunia hari ini malah masalah ummah khasnya.

Apa sebenarnya tujuannya ini?

Saya merasakan hati saya tidak hidup. Mungkin saya terlalu banyak ketawa. Mungkin saya selalu bergurau. Saya kurang tarbawi. Sikap seorang pejuang agama, daie’ adalah serius. Pekerjaan Islam adalah kerja yang bukan main-main.

Persekitaran saya adalah sangat selesa

Saya tidak mengalami tekanan. Tiada siapa yang menyusahkan hidup saya. Malah saya tidak suka memikirkan perkara-perkara yang menyusahkan. Saya ingin aman. Aman dalam erti kata tidak ada orang boleh ganggu kehendak saya.

Hati saya ingin hidup.



Hati saya sekarang dalam keadaan koma. Ia sedang menunggu saat kematian. Ia hanya dibantu oleh perkakasan mesin. Ia tidak dapat membuka matanya. Dia memahami apa yang orang perkatakan, namun dia tidak mampu meminta untuk orang membantunya. Kasihan hati saya. Ia sedang meronta-ronta, tetapi apa yang saya buat ketika hati saya sedang terseksa? Saya tidak menyuapnya dengan makanan.. Makanan daripada Allah yang telah disampaikan Rasul s.a.w. Saya tidak suapkan ia dengan makanan ketaqwaan. Saya tidak kuatkannya… Apa yang dapat saya rasa bila saudara saya mengalami ini kalau hati saya mati?..apa?..



Namaku Fathi, dan aku adalah anak Palestin. Aku berumur 20 tahun. Sepanjang itu jugalah aku membesar di tanah berdarah ini, dan menjadi saksi kepada segala apa yang berlaku. Peperangan, pembunuhan, kematian, pengeboman, dan pelbagai lagi perkara seakan sudah menjadi panorama biasa untukku. Kamu tahu, hatta dentuman bom dan muntahan peluru seakan-akan menjadi dodoian tidur untukku. Tetapi jangan kata aku bahagia, hakikatnya hatiku sering tercalar dengannya.

Aku membesar tanpa keluarga. Ayah dan ibuku telah terkorban apabila Israel merampas rumah kami. Masih jelas pada tubir mataku, bagaimana ayahku ditembak dengan kejam, dan ibuku dirogol tanpa belas kasihan, bahkan, mereka dengan buas telah mengoyakkan perut ibuku yang ketika itu sedang mengandung, mengeluarkan adikku yang ada di dalam rahim, lalu menembak adikku yang tak berdosa itu berkali-kali. Mujur sahaja pejuang Hamas tiba ketika itu, jika tidak, pasti aku tidak akan ada di sini, bercerita kepada kamu.


Bersambung.....

Tahukah kamu bahawa Rasulullah SAW ada bersabda,
“ Barangsiapa yang berpagi-pagi tanpa mengambil kisah urusan kaum muslimin, maka dia bukan dari kalangan mereka”

Saturday, January 31, 2009

GAZA- G. A. Z. A. (T_T)

Sumbangan kini cecah RM244,916.93 dan orang ramai dirayu untuk terus salurkan dana ke Tabung Kemanusiaan Harakah di akaun BIMB: 14069010021298

Sumbangan ini akan disampaikan kepada dua pemimpin Hamas yang akan bertemu PAS dan Harakah 12 Feb ini.

Kalau dulu di zaman Nabi Muhammad s.a.w, orang islam berperang untuk Islam. Kini di zaman ini, kita tetap berperang untuk Islam kerana kita tahu Islam milik kita bersama. Zaman sudah berubah.. sikap manusia pun telah berubah.. namun Islam tidak pernah akan berubah.
Allah Swt. telah menjelaskan beberapa tujuan dari jihad di dalam al-Quran:


Pertama, meninggikan kalimat Allah dan melenyapkan segala macam fitnah
(kekufuran). Allah Swt. berfirman:


Perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran) dan adalah
agama bagi Allah semata-mata. (QS al-Baqarah [2]: 193).


Kedua, menghilangkan kezaliman yang menimpa umat Islam. Allah Swt.
Berfirman:


Diizinkan bagi orang-orang yang diperangi (untuk berperang) karena mereka
dizalimi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menolong mereka. (QS al Hajj
[22]: 39).


Ketiga, menggentarkan musuh Allah dan siap saja yang berada di belakang
musuh hingga mereka tunduk kepada Islam. Allah Swt. berfirman:


Siapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kalian sanggupi,
dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk persiapan perang), yang dengan
itu kalian menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian. (QS
al-Anfal [8]: 60).



Rujukan: Artikel : Anatara Jihad, Futuhat dan Penjajahan